SURABAYA - Puluhan warga korban lumpur
dari peta area terdampak (PAT) kembali melakukan aksi blokade akses
perbaikan tanggul penahan lumpur di titik 73 di kawasan Kedungbendo,
Kecamatan Tanggulangin yang air lumpurnya sempat meluber keluar tanggul,
Minggu (23/11/2014).
Aksi warga yang kebanyakan berasal dari
Porong itu berakhir ricuh karena Camat Tanggulangin, Sentot
Kunmardianto, tidak setuju dengan aksi warga dan camat diusir dari
lokasi pemblokiran. Camat Sentot juga nyaris kena bogem warga dalam
aksi tersbut.
Camat merasa khawatir jika tak boleh diperbaiki
yang sudah memasuki musim penghujan ini, air bercampur lumpur akan
meluber dan semakin luas menggenangi aset warga. "Kami khawatir, jika
tanggul tak diperbaiki, lumpur panas akan meluber dan mengancam aset
milik warga lainnya," katanya.
Pemblokiran itu sendiri berjalan
dengan cara warga memasang batang pohon di tengah jalan akses masuk ke
tanggul dan mendirikan spanduk yang bertuliskan larangan penanggulan,
sebelum ganti rugi aset tanah dan bangunan mereka dilunasi.
"Kami tidak akan memperbolehkan BPLS melakukan penanggulan, sebelum
ganti rugi beres semuanya. Kalau ganti rugi sudah diberikan kepada warga
sepenuhnya, silakan diperbaiki tanggul-tanggul yang kritis," terang
Juwito, korban lumpur asal Desa Renokenongo, Kecamatan Porong.
Begitu Camat Tanggulangin datang dan meminta warga tidak memblokir,
warga emosi dan marah-marah ke camat. Beruntung kericuhan itu berhasil
dilerai aparat keamanan yang menjaga jalannya aksi. Camat Sentot
dilindungi polisi dan diminta untuk meninggalkan lokasi.
Warga
memblokade akses masuk tanggul titik 73 karena ganti rugi yang
dijanjikan dari pemerintah tak kunjung terealisasi. "Kami harap warga
yang menyampaikan aspirasi bisa berjalan tertib," tegas Kapolsek
Tanggulangin Kompol Andi Yudianto.
Memang luberan lumpur di
titik 73 tidak berdampak langsung ke rumah warga. Lumpur yang meluber
awal Seprtember lalu menggenangi lahan kosong yang berbatasan dengan
Kali Ketapang. (rdp)
Lumpur Meluber Camat Tanggulangin Nyaris Dihadiahi Bogem Mentah
Penulis by Unknown
Terbit on 01.21
with No comments



0 komentar:
Posting Komentar