SURABAYA -Tiga bulan terakhir, Pemerintah Kota
Surabaya gencar menertibkan toko modern yang sudah menjamur hingga ke
perkampungan. Tidak kurang dari 600 swalayan sudah menyebar di kota
pahlawan sehingga toko tradisional makin kehilangan konsumen.
"Pemilik pracangan atau toko tradisional mengeluh karena pembeli sepi
jadi banyak yang tutup. Lha, kalau gitu, ya, toko modern jangan masuk
ke perkampungan. Harus sama- sama maju, bukan saling mematikan," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, ketika berbincang soal banyak swalayan tak mengantongi izin lengkap sesuai persyaratan di kota Surabaya, pekan lalu.
Dia begitu prihatin mendengar dan sudah melihat langsung betapa
banyak toko tradisional tutup. Tindakan Pemerintah Kota Surabaya
menyegel 396 swalayan karena tidak memiliki izin lengkap, salah satu
upayanya membatasi ruang gerak pendirian toko modern yang merambah ke
mana-mana.
"Silakan buka usaha, tapi sing tertib rek, syaratnya dipenuhi semua,
dan ke depan ada tambahan aturan swalayan tak boleh di perkampungan,
biar pracangan bisa bangkit lagi," ujar wali kota yang baru masuk dalam
jajaran 50 Pemimpin Terbaik Dunia menurut Fortune ini. (pur)
Banyak Toko Tradisional Gulung Tikar Ini Gebrakan Risma
Penulis by Unknown
Terbit on 23.01
with No comments



0 komentar:
Posting Komentar