SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
mengisyaratkan tidak akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Surabaya
untuk kedua kalinya, dengan pertimbangan biaya yang mahal untuk
pelaksanaan pilkada melalui DPRD.
"Saya tidak punya uang.
Sebenarnya, kalau pilkada langsung biaya relatif lebih murah," kata Tri
Rismaharini di hadapan 22 duta besar negara sahabat pada acara bertajuk
'Updates from the Region (UFTR): Exploring the Potentials of Surabaya
City' di Pemkot Surabaya, Sabtu (27/9/2014).
Ia sebelumnya juga
menanggapi disahkannya RUU Pilkada dipilih DPRD, dengan menyatakan
dirinya setuju atau tidak setuju terhadap sistem pemilihan itu.
"Jadi
saya tidak ngomong suka atau tidak suka terkait pemilihan tidak
langsung. Kalau pendapat pribadi, enak dipilih masyarakat. Ini pendapat
pribadi ya," katanya.
Menurut dia, pemilihan secara langsung akan lebih bisa diterima masyarakat.
"Saya
tidak tahu tentang RUU Pilkada. Pemilihan saya dulu bergulir begitu
saja. Yang penting yang terbaik untuk bangsa. Saya juga tidak mengalami
dipilih oleh DPRD," katanya.
Dengan pemilihan langsung, maka
dirinya bisa mendengarkan langsung aspirasi dan kehendak dari
masyarakat. Selain itu juga bisa memperhatikan kepentingan masyarakat.
Selain
itu, menurut dia, dirinya akan mendapatkan masukan secara detail dari
masyarakat. Dia juga bisa berjanji dan mewujudkan janji itu secara
langsung.
Jauh-jauh hari, Risma juga menegaskan tidak berminat
lagi maju pada Pilkada Surabaya 2015, melainkan sedang memproses rencana
kepindahan dirinya dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya
menjadi dosen di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Sementara
itu informasi yang diperoleh dari salah seorang pimpinan parpol di
Surabaya yang masuk Koalisi Merah Putih yang tidak mau disebutkan
namanya, mengaku bahwa dirinya sempat didatangi orang dekat Risma yang
menjadi pejabat penting di Pemkot Surabaya.
Orang dekat Risma
tersebut sempat mengatakan bahwa Risma masih ingin maju pada Pilkada
Surabaya 2015. Hanya saja, jika pilkada dipilih langsung, maka Risma
lebih memilih jalur independen.
"Bu Risma tidak mau diatur-atur oleh partai pengusung, jadi ingin maju lewat jalur independen," katanya.
Namun,
kata sumber itu, jika pilkada tidak langsung atau dipilih DPRD, maka
bisa saja Risma maju lewat Koalisi Merah Putih. Ini mengingat dukungan
masyarakat Surabaya cukup besar agar Risma maju lagi di pilkada.
"Semua
bisa saja terjadi. Jika Golkar Surabaya sebagai bagian Koalisi Merah
Putih sempat menolak mengusung Risma, tapi di tingkat DPP sudah ada
arahan mendukung Risma. Itu sudah dilakukan pendekatan melalui Priyo
Budi Santoso," katanya. (ant//crl)
Tri Rismaharini Isyaratkan Tidak akan Maju di Pilkada Kedua Kalinya
Penulis by Unknown
Terbit on 07.10
with No comments



0 komentar:
Posting Komentar