BANDUNG - Kebijakan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil
(RK), yang berencana mengangkat anggota Kopassus menjadi Kepala Satpol
PP dikritisi politisi PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat, Dedy Djamaludin
Malik.
"Penempatan Kopassus jadi Kasatpol PP itu salah kaprah," kata Dedy di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2014).
Menurut mantan anggota Komisi I DPR RI periode 1999-2004 itu, tugas
Kopassus dan Satpol PP jelas berbeda. "Namanya Kopassus itu bagian dari
pertahanan negara. Sedangkan Satpol PP itu tugasnya menjaga ketertiban
dan keamanan di dalam negeri," ungkapnya.
Dedy menilai, kebijakan itu justru merendahkan Kopassus. "Kalau Kopassus
dijadikan pembina masih oke lah. Tapi ini kan struktural, beda. Ini
jadi men-downgrade, merendahkan martabat Kopassus," tegasnya.
Harusnya, kata dia, RK menginventarisasi PNS di lingkungan Pemkot
Bandung. Siapa yang dinilai layak, PNS itu yang kemudian harusnya diberi
tugas sebagai Kasatpol PP.
"Yang harus dilakukan itu talent scouting dengan menginventarisasi PNS
yang ada di Pemkot Bandung siapa yang cocok untuk jabatan itu. Tapi itu
tidak dilakukan dan tiba-tiba loncat ke Kopassus," jelasnya.
Dengan memilih orang dari eksternal Pemkot Bandung, RK pun dipandang
gagal melakukan pembinaan dan melahirkan PNS yang mumpuni melaksanakan
tugas sebagai Kasatpol PP.
"Dia gagal melakukan pembinaan (PNS). Saya kira (kebijakan) ini harus dibatalkan.," pinta Dedy.
Jika kebijakan itu terus dipaksakan, ia mengaku khawatir terjadi konflik
di internal Satpol PP. Sebab orang yang mengisi posisi Satpol PP justru
berasal dari pihak luar.
RK harusnya memilih Kasatpol PP dari kalangan internal Pemkot Bandung.
Sebab persoalan keamanan, ketertiban, dan kebersihan (K3) di Kota
Bandung belum tentu bisa diselesaikan oleh Satpol PP jika pimpinannya
berasal dari Kopassus.
"Yang harus dipilih bukan Kopassus, tapi orang yang punya integritas dan
siap melaksanakan tugas dengan berbagai risiko yang ada," paparnya.
Dedy pun mengingatkan soal sistem dan penegakan hukum yang harus
benar-benar dijalankan. "Reward and punishment harus ditegakkan dengan
jelas, dan itu bisa dilakukan oleh Satpol PP yang bukan dari Kopassus,"
pungkasnya.(teb)
Anggota Kopassus Jadi Kasatpol PP, RK Salah Kaprah
Penulis by Unknown
Terbit on 08.16
with No comments



0 komentar:
Posting Komentar