Jombang (penajatim.com) - Ratusan santri Ponpes
(Pondok Pesantren) Al Aqobah, Diwek, Jombang mendesak agar DPR
membatalkan rencana pengesahan undang-undang tentang Pemilihan Kepala
Daerah (Pilkada) yang hanya diwakili oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD), Jumat (12/9/2014). Alasanya, pemilihan oleh DPRD akan
menjauhkan kepala daerah dengan rakyatnya.
Aksi penolakan itu
diawali dengan doa bersama untuk kedamaian bangsa oleh ratusan santri.
Selanjutya para santri tersebut melakukan orasi secara bergantian di
halaman pesantren. Terakhir, mereka melakukan deklarasi penolakan
terhadap rencana pengesahan RUU Pilkada.
Pengasuh Ponpes Al
Aqobah, KH Junaidi Hidayat, mengungkapkan, apa yang disampaikan para
santri merupakan bentuk dukungan terhadap proses demokrasi langsung yang
sedang berjalan di Indonesia. Junaidi juga yakin bahwa sebagian besar
rakyat Indonesia lebih setuju dengan Pilkada langsung. "Hanya segelintir
elit yang menginginkan Pilkada lewat perwakilan," katanya.
Sementara
itu, dalam pernyataan sikapnya, para santri meminta agar anggota DPR
lebih mendengarkan aspirasi sebagian besar rakyat Indonesia daripada
mengikuti apa yang menjadi kepentingan segelintir elit. Pemilihan Kepala
Daerah secara langsung telah mengenalkan dan mendekatkan rakyat kepada
calon pemimpinnya.
"Merubah sistem Pilkada dari langsung menjadi
perwakilan atau dipilih dewan adalah kemunduran demokrasi. Langkah
seperti itu mencederai aspirasi rakyat. DPR harus tahu apa yang
sebenarnya menjadi keinginan rakyat," kata Bimo Anggriawan, salah satu
santri dalam orasinya.
Dia mengatakan, Pilkada yang dilakukan
hanya melalui perwakilan, yakni melalui DPRD berpotensi mengebiri hak
politik masyarakat. Selain itu, pelaksanaan Pilkada yang hanya
diwakilkan kepada DPRD dan tidak melibatkan rakyat secara langsung
dikhawatirkan akan dipermainkan oleh segelintir elit politik.
Bimo
juga menilai, Pilkada langsung yang sudah berjalan di Indonesia selama
ini memang bukan tanpa cacat. Namun, menghilangkan hak politik warga
negara untuk memilih kepala daerah merupakan sebuah langkah dari
kehidupan demokrasi di Indonesia. "Jika Pilkada langsung dirubah menjadi
Pilkada tidak langsung, itu sama saja dengan mengebiri hak rakyat,"
pungkasnya. [suf/kun]
Puluhan Santri Jombang Deklarasi Tolak Pilkada Dipilih Dewan
Penulis by Unknown
Terbit on 04.13
with No comments



0 komentar:
Posting Komentar